INFO PASANG IKLAN
"Pasang iklan harga terjangkau, Laku barangta beramalki juga". Minat, Hubungi Manajer Iklan Dhadhe 085342448624 atau PIN BB 2931CE74
Popular Posts
-
Hadisaputra, M.Si,dan Nurhikmawaty Hasbiah bersama Ketua PWM Sulsel, Dr Muh Alwi Uddin (foto:ist)
-
Opini Oleh : Nur Faizah Anshar Korupsi, sebuah kata yang tentu tak asing lagi bagi kita. Di semua pemberitaan baik media elektronik maup...
-
Aksi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Rabu, 20 Mei 2015(Foto:fb)
-
Syaharaddin Alrif, S. Sos (Foto : ist) Syaharuddin Alrif akhirnya ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjend) Pimpinan Pusat...
-
Logo Musykom IMM FKIP Unismuh Makassar, Khittah - Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilm...
CB Magazine »
Berita
»
Sulsel Kekurangan Tim Deploy Kedaruratan Bencana
Sulsel Kekurangan Tim Deploy Kedaruratan Bencana
Posted by CB Magazine on Selasa, 21 April 2015 |
Berita
Makassar.Khittah-- Sulawesi Selatan sebagai pusat wilayah timur Indonesia masih kurang dalam hal kesediaan tim deploy atau tim kesehatan kedaruratan bencana.
Hal tersebut disampaikan
Koordinator Nasional Program HPCRED, Rahmawati Husein, saat pembukaan kegiatan
Program Kesiapsiagaan Rumah Sakit dan Kesiapan Masyarakat untuk Kedaruratan Bencana
atau Hospital Prepararedness and
Community Readdines for Emergency and Disaster (HPCRED), LPB Pimpinan Pusat
(PP) Muhammadiyah, di Hotel Horison Jl Jend Sudirman, Makassar, (21/04).
"Sulsel menjadi tempat
melaksanakan program ini karena untuk wilayah timur tim deploy atau tim kesehatan kedaruratan bencana masih sangat kurang,
olehnya Sulsel sebagai representasi wilayah tersebut, adalah target utama kami,"
terang Rahma.
Dijelaskannya, dalam
kesiapsiagaan ini ada beberapa hal yang dicanangkan yaitu kesiapsiagaan rumah
sakit dan tim medis, kesiapan masyarakat sekitar rumah sakit, serta kesiapan
modul untuk rumah sakit yang aman.
"Jadi tujuan kita adalah
memperkuat kapasitas rumah sakit di Makassar dan Sulsel pada umumnya, sebagai
upaya penaggulanagan bencana dengan menyiapakan tim medis yang matang dan kuat
dalam penganganan bencana," jelasnya.
Sementara itu, Pimpinan
Wilayah (PW) Muhammadiyah Sulsel, Koordinator Lembaga penaggulangan bencana
(LPB), Dr Mustari Bosra, mengatakan bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan
pembaharuan (tajdid), sejak awal berdirinya, senantiasa hadir sebagai pelopor,
oleh karena itu dia menyambut baik program tersebut dilaksanakan di Makassar.
"Ketika yang lain belum
memikirkan tentang pelayanan kesehatan, sosial dan pendidikan, Muhammadiyah
telah melakukannya. Begitupula dengan hal penaggulanagan bencana ini, olehnya
kita butuh orang-orang terlatih melalui pelatihan seperti ini," katanya.
Kegiatan ini diikuti 30
peserta dari Rumah Sakit Siti Khadijah
1, Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, LPB Makassar,
serta Tim Bantuan Medis (TBM) Fakultas Kedokteran UMI dan Unismuh Makassar, dan
akan berlansung dari tanggal 21-23 April 2015.

Tidak ada komentar: