, ,


    Atraksi paraga adalah salah satu budaya Makassar yang masih ditradisikan hingga saat. Paraga dalam sejarah Sulsel adalah salah-satu seni raga yang merupakan hiburan untuk para raja di kerajaan yang ada di Sulsel pada masa lalu. Hiburan atraksi seni raga ini rencananya juga akan ditampilkan pada pembukaan muktamar Muhammadiyah ke 47 dan Muktmar 1 Abad Aisyiyah di Makassar pada 3 Agustus 2015. (kr)

    , ,

    Ketua PWM Sulsel, Muh Alwi Uddin, saat memimpin apel kesiapan  penerima penggembira Mukatamar Muhammadiyah ke 47 dan Muktamar 1 Abad Aisyiyah, di lapangan Pusat dakwah Muhammadiyah, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sabtu, 16 Mei 2015. (Foto: kr/khittah.com)

    ,


    Yogyakarta- Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan Maklumat awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijah 1436 Hijriyah yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Din Syamsuddin dan Sekretaris Umum Agung Danarto pada hari Selasa, 9 Rajab 1436 H atau 28 April 2015 M.

    Maklumat ini meyebutkan bahwa sesuai Hisab Hakiki Wujudul Hilal yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah mengumumkan,

    A. Bahwa 1 Ramadhan 1436 H jatuh pada Kamis Pon, Tanggal 18 Juni 2015.
    B. Bahwa 1 Syawal 1436 H jatuh pada Jumat Pahing, Tanggal 17 Juli 2015.
    C. Bahwa 1 Dzulhijah 1436 H jatuh pada Senen Legi,  Tanggal 14 September 2015.
    D. Hari Arafah (9 Dzulhijah 1436 H) jatuh pada Selasa Wage, Tanggal 22 September 2015.
    E. Idul Adha (10 Dzulhijah) jatuh pada Rabu Kliwon, Tanggal 23 September 2015.

    Dengan demikian, Maklumat tersebut dapat menjadi pedoman warga Muhammadiyah dalam menyambut bulan Ramadhan 1436 Hijriyah. Maklumat PP Muhammadiyah tersebut juga dilampiri penjelasan dan hasil perhitungan dari Majelis tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, dan ditandatangani Wakil Ketua Majelis Oman Fathurohman pada 6 April 2015. (sumber: muhammadiyah.or.id)
    Download File PDF klik -> Maklumat 1436 H
    Download File PDF Klik -> Penjelasan Hasil Hisab 1436 H

    ,

    Mahasiswa dari Universita Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, serius menyimak penjelasan dari pemimpin Redaksi Khittah, Rabu, 25 Maret 2015. (Foto : Kasri R./khittah.com)



    Awalnya hanya sekadar ngumpul, bersenda gurau, nongkrong dan cerita lepas. Karena menjadi sebuah rutinitas, ide pun lahir. Kebiasaaan menuai berkah, dengan modal pertemuan rutin setiap malam jumat. Anak-anak muda pecinta kopi ini belakangan terlihat bukan lagi hanya di Warung Kopi, tapi meraka sudah di atas mimbar, ya sebagai Mubalig Muhammadiyah.


Top