Narasumber dalam Seminar Beasiswa2015
    KHITTAH - Enrekang, Melui Beasiswa Bidik Misi ini diharapakan tidak ada lagi siswa yang mengeluh punya prestasi tidak bisa melanjutkan kuliah karena tidak ada biaya, program pendidikan ini diperuntukan untuk bagi mereka yang tidak mampu dan memiliki prestasi, program unggulan dari pemerintah ini di nilai efektif melahirkan lulusan sarjana yang hebat. (3/4) seminar yang dilaksnaknan diaula gedung halal centre mendapatkan respon yang sangat postif, terbukti dengan hadirnya sejumlah siswa dan siswi dari sekolah SMU Se Kabupaten Enrekakang dan juga beberama Mahasiswa dari berbagai kampus yang ada dikabupaten Enrekang.  
    Dalam seminar ini panitia akan mendatangkan sejumlah narasumber dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Awardee LPDP, diantaranya Prof.DR.Ir.Muh.Hatta Patta, M.Si selaku guru besar Universitas Muslim Indonesia DR.Ir.Abd.Rasyid Djalil.M (Wakil Rektor III Unhas, Rezki Hendarta, S.Pd  penerima beasiswa LPDP 2015 Berau Amerika Ahmadi Muhammad Nur Lisensi STFIn Promotor  Australia Award Schoolarsip. Para peserta nantinya akan mendapatkan informasi mengenai beasiswa baik di dalam ataupun di luar negeri.
    Acara seminar ini juga akan dikemas dengan konsep yang unik yakni menggunakan konsep sharing yang bertujuan untuk menjalin komunikasi yang dinamis antara pembicara dan peserta. Kegiatan ini terlaksana dengan hadirnya peserta sebanyak 300 peserta dari sekolah dan perguruan tinggi yang ada dikabupaten Enrekang
    Dalam mencari beasiswa sejak lulus Sekolah Menengah Atas dan kerena kegigihan dan keberhasilan menembus tes yang dilakukan pemberi beasiswa beliau melanjutkan studi di Salah satu perguruan tinggi pasca sarjana yang ada di Australia”. Papar Hatta Selaku Guru Bersar Universitas Muslim Indonesia( UMI Makassar)
    Hatta Menambahkan Beberapa hal yang sebelum mencari tempat studi terlebih dahulu untuk melihat universitas yang dituju, situasi kota dimana universitas tersebut berada dan bidang penelitian yang dijalani oleh calon Professor pembimbing. Hal ini sangat mudah dilaksanakan saat ini mengingat informasi-informasi tersebut dapat dilihat dalam laman yang berkaitan. Tidak kalah penting adalah kemampuan bahasa asing dan kepercayaan diri.
    “Pembicara seminar nantinya akan berbagi wawasan dan pengalaman dengan peserta mengenai bagaimana seluk beluk dari beasiswa. Selain itu para peserta nantinya juga akan mengetahui standar minimal dan syarat-syarat agar bisa mendapatkan beasiswa serta mengetahui bagaimana persaingannya agar kedepannya lebih termotivasi,” ujar Firman, Ketua Panitia  
    Para peserta sangat antusias dalam mengikuti seminar, banyak pertanyaan yang diajukan kepada Empat pemateri hingga dilanjutkan pada sesi istirahat. Antusiasme peserta ini sangat menggembirakan bagi kita, hal ini mengindikasikan bahwa keinginan untuk studi di luar negeri sangat diidam-idamkan oleh civitas akademika di Kabupaten Enrekang.

    Acara ditutup dengan memgundi dorprice berupa beasiswa ke Luar negeri dan dimenangkan oleh beberapa perwakilan dari sekolah di Kabupaten Enrekang (Erul)



    Logo IPM
    KHITTAH - Enrekang, Pelatihan Kader Taruna Melati I (TM I) Ikatan Pelajar MuhammadiyahKabupaten Enrekang (3/6). Acara yang digelar di Aula SMA Muhammadiyah Enrekang dengan mengangkat tajuk Spirit Keilmuan Untuk Gerakan Pelajar Yang Berkemajuan tersebut diikuti oleh sejumlah sekolah Muhammadiyah yang ada di kota Enrekang

    “IPM dan seluruh organisasi otonom persyarikatan untuk tetap menjadi kader Muhammadiyah yang sejati. Yakni dengan menekankan bahwa  kader sejati Muhammadiyah adalah mereka yang meletakkan Muhammadiyah diatas segala-galanya”.Demikian disampaikan Mardan Selaku Nahkoda Muhammadiyah Kabupaten Enrekang 

    Sementara Ketua Umum PD IPM Kabupaten Enrekang Furqan Ramli menegaskan bahwa kepemimpinan IPM kedepannya akan fokus untuk mendampingi, memberdayakan dan mencerdaskan pelajar ditanah air”.Furqan Menambahkan Sebagai organisasi kepemudaan yang meraih predikat terbaik se-ASEAN IPM terus dituntut untuk meningkatkan prestasinya dengan menggalakan gerakan pelajar yang berkemajuan yang tentunya sejalan dengan cita-cita Muhammadiyah dan terus memberikan kebanggaan bagi bangsa dan Persyarikatan.

    Penyambutan Wakil Presiden Republik Indonesia dalam rangka peresmian gedung Iqra di kampus Universitas Muhammadiyah Makassar (7/6/2015)

    Fasilitator desain penyusunan rencana aksi komunitas, Budi Santosa saat memandu peserta di Aula Bahagia, Jl Buru Makassar, Sabtu, 06 Juni 2015.

    Narasumber Menyampaikan Materi dalam Dialog Kebangsaan dengan tema "Merawat demokrasi kita, Bagaimana Seharusnya Mahasiswa?"
    Islam berkemajuan adalah spirit yang Dimiliki Muhammadiyah dan ortom - ortomnya. Begitu pun dengan ikatan mahasiswa Muhammadiyah,ortom yang bergerakn dalam dunia kemahasiswaan ini kembali mengibarkan panji panji kebesarannya di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan Universitas indonesia timur (UIT). Karena pada dasarnya dakwah IMM tak terbatas pada kampus Muhammadiyah saja.
    Hal ini ditandai dengan Pelantikan dan Rapat Kerja Pimpinan Komisariat (PIKOM) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan Universitas Indonesia Timur (UIT) di rangkaikan dengan dialog Kebangsaan dengan Tema: Merawat Demokrasi Kita, Bagaimana Seharusnya Mahasiswa?” Yang diadakan pasa tanggal 2 Juni 2015 di Gedung Serba Guna Aisyiyah Sulawesi Selatan.
    Pengukuhan sebagai pengurus ini disaksikan oleh  beberapa lembaga diatarnya Kesatuan Aksi Mahasisawa Muslim Indonesia (KAMMI), Persatuan Mahasiswa Tau Siana’kan (PMTS) dan PIKOM IMM itu sendiri ada UNHAS, UNISMUH, UIN, dan UNM.
    Tak sekedar pengukuhan, acara ini dirangkaikan dengan dialog kebangsaan yang membincang strategi merawat demokrasi kita. Turut hadir sebagai narasumber Dr. Usman Lonta,M.Si (anggota DPRD Sulsel), Abd Rahmat Nur (pimpinan Semen Tonasa), Zainuddin (Direktur Program HPCred ) dan Supratman Yusbi Yusuf (pimen) (redaktur pelaksana radar makassar).
    "Haram hukumnya anak muda Muhammadiyah menggadaikan idealismenya seperti aktivis lain yg bisa dibungkam hanya karena ajakan makan malam" jelas Abdul rahmat Nur
    Usman Lonta menekankan bahwa perlunya mahasiswa berperan aktif dalam mengawal kebijakan - kebijakan khususnya di legislatif, jangan hanya ingin simpel langsung diwujudkan tapi pahami dulu mekanismenya.
    Dialog ini diakhiri dengan pembacaan puisi "jangan jadi tidak jelas" oleh supratman yusbi yusuf sebagai pelengkap closing statemennya yang mengatakan bahwa saatnya mahasiswa harus berjuang lewat tulisan.


    Hadisaputra, M.Si,dan Nurhikmawaty Hasbiah bersama Ketua PWM Sulsel, Dr Muh Alwi Uddin (foto:ist)


    KHITTAH.Makassar--
    Jean Bernard Carrasco, Minister Counsellor Development  Cooperation at Department Affairs and Trade, dari pemerintah Australia melakukan kujungan di Rumah sakit Siti Khadijah I Makassar, Jl RA Kartini, Makassar, Senin, (01/06).

    Kujungan tersebut dalam rangka evaluasi Penyelenggaraan program Kesiapsiagaan Rumah sakit dan Kesiapan Masyarakat untuk Kedaruratan dan Bencana atau Hospital Preparedness and Community Readiness for Emergency and Disaster (HPCRED) sebagai program kerjasama Lembaga Penaggulanagan bencana (LPB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR). Dalam kunjungan itu, Bernard carrasco didampingi Hendrik dan Domonic Morice, sebagai partnership Manajer serta diterima oleh Wakil Ketua LPB PP Muhammadiyah yang juga Koordinator Nasional Program Rahmawati Husain, Program Manajer Corona Rintawan, Wakil Ketua Muhammadiyah Sulawesi Selatan Mustari Bosra, serta manajemen HPCRED pusat maupun Area Makassar.

    Bernard Carrasco menjelaskan kehadirannya di Makassar adalah berkat kemitraan pemerintah Australia dan Indonesia. Dia juga mengungkapkan bahwa di Australia masyarakat muslim terdiri dari 500.000 penduduk yang berasal dari seluruh penjuru dunia, sehingga komunikasi Australia dengan masyarakat Muslim terjalin cukup baik. Hal ini pula yang mendasari pihaknya untuk menjalin kemitraan dengan Muhammadiyah, salah satu organisasi Islam di Indonesia yang bergerak dalam bidang kemanusiaan.

    Selama berada di Rumah sakit Siti Khadijah I, Bernard beserta rombongan melakukan pengecekan terhadap fasilitas dan tenaga serta sumber daya manusia (SDM) rumah sakit.

    “Saya sangat berterima kasih atas kerjasama ini, dan besar harapan saya semoga ini dapat dilanjutkan,” terang Bernard pasca mengelilingi rumah sakit.

    Lebih lanjut kata Bernard, selain program kesiapsiagaan rumah sakit dan masyarakat untuk bencana, pemerintah Australia juga berencana untuk membuat program baru yang sasarannya di bidang pendidikan.

    Sementara itu Mustari Bosra, Wakil ketua Muhammadiyah Sulawesi selatan mengungkapkan apresiasinya terhadap program HPCRED, karena melalui program tersebut memicu perkembangan lembaga penaggulangan bencana (LPB) Muhammadiyah hingga ke daerah-daerah. (kr)

    Foto bersama Panitia dan Pengurus PERMAHI dilokasi Bazar, Warkop Ogi Jl. A.P.Pettarani Makassar
    Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Pimpinan Cabang Makassar mengelar Bazar sebagai ajang silaturahmi dan penggalangan dana untuk kegiatan Masa Perkenalan Calon Anggota (MAPERCA) dan Temu Alumni. Bazar ini diadakan di Warung kopi (Warkop) Ogi,Jl.A.P.Pettarani,Makassar(28/5/2015)

    Bazar ini dihadiri oleh pengurus PERMAHI,anggota dan calon anggota baru.

    Ketua Panitia, Basri menyampaikan bahwa rasa bangga dan salut kepada teman-teman calon penegak hukum di Indonesia karena masih bisa berkumpul bersama baik itu yang masih berstatus mahasiswa maupun yang telah alumni.


    Ketua umum  PERMAHI Cabang Makassar mengatakan bahwa dengan dilaksanakannya bazar itu saya berharap pada anggota-anggota PERMAHI untuk memperkuat kesolikan kader sebagaimana bisa tercapai tujuan PERMAHI. Semoga alumni PERMAHI bisa menciptakan profesi hukum yang berintegritas dan bisa menegakkan supermasi hukum.(MbL)





    KHITTAH SIDRAP - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Politik (STISIP) Muhammadiyah Rappang sukses gelar Ajang Kreativitas yang dirangkaikan dengan Lomba Karya Tulis dan Lomba Debat Mahasiswa.

    Acara yang diikuti oleh setiap kelas di 3 Perguruan Tinggi Sidrap, termasuk STIKES, STKIP dan STISIPM Sidrap ini dilaksanakan di Kampus STISIP Muhammadiyah Rappang pada tanggal 23-24 Mei 2015.

    Kegiatan yang mengangkat tema "Karya Mahasiswa Untukmu Indonesiaku, juga diisi dengan Bazar Kreativitas yang diikuti oleh HMJ STIKES, HMJ STKIP, BEM STIKES, BEM STKIP, UKM SENI STISIP, IMM KOMISARIAT STIKES, IMM KOMISARIAT STKIP dan Penyelenggara yaitu IMM KOMISARIAT STISIP.

    "Kegiatan ini merupakan konsep kekeluargaan, dimana para pelajar, mahasiswa, komunitas pemuda dan dosen saling berinteraksi dan berkreativitas," kata Ketua Umum IMM Komisariat STISIP Muhammadiyah Rappang, Muh. Nasir.

    Selain itu, Bazar Motivasi Enterpreunership oleh pengusaha sukses sidrap diantaranya Ir. H. Fatahuddin, H. M. Yusuf dan Dr. H. Jamaluddin Ahmad juga  menambah pengetahuan para komunitas pemuda sidrap, osis sma/smk sidrap, mahasiswa sidrap, dan para dosen 3 lembaga perguruan tinnggi Muhammadiyah Sidrap dalam berwirausaha.

    "Dengan kegiatan ini ada pencapaian humanitas dimana pemuda melakukan konsolidasi untuk kemajuan Sidrap melalui Enterpreunership," papar Nasir.

    Diharapkan, kegiatan tersebut menjadi awal atau pondasi untuk membangun tali silaturahmi dan dapat dilaksanakan setiap tahunnya. "Kita berharap kegiatan ini bisacmelahirkan pemuda yang berjiwa enterpreuner," tutupnya. (*)

    KHITTAH ENREKANG Tim Sekolah Sepak Bola Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili sebanyak 12 pemain SSB Pana dari di ajang kompetisi DNC 2015 akan bertolak ke Jakarta untuk mengikuti kompetisi tersebut.

    "Turnamen tersebut akan diselenggarakan di Lapangan Sepak Bola Sumantri Bojo Negoro, Jakarta dan akan diikuti oleh 16 tim di Indonesia," ujar  Pelatih Kepala, Muslimin.

    Sementara itu, saat disinggung mengenai materi pemain pada gelaran kali ini, Muslimin mengatakan bahwa hal yang paling dipersiapkan dalam turnamen ini adalah menjaga kesehatan, stamina dan memberikan porsi latihan tambahan.

    "Ada dua pemain yang menjadi andalan di Tim Sekolah Sepak Bola (SSB) pana diantaranya adalah Alfan Rizaldi (12) sebagai straiker dan Muhammad Restu Iman sebagai penjaga gawang keduanya diharapkan mampu mengamankan pertahananan dan memporak-porandakan pertahanan lawan sehingga bisa memenangkan setiap pertandingan yang dilakoninya," lanjut Muslimin.

    Muslimin juga menambahkan bahwa dalam kejuaran Danone Nations Cup kali ini kita bisa menjuarai dan mewakili Tim Nasional Indonesia ditingkat dunia yang akan berlangsung di Maroko. (hrl)

    KHITTAH MAKASSAR- Organisasi Perempuan Aisyiyah menegaskan dirinya akan fokus pada penguatan gerakan perempuan Islam melalui pendidikan dan kesehatan. Hal tersebut disampaikan Faidah Azus, Humas Panitia Muktamar 1 Abad Aisyiyah. 

    "Untuk menuju Indonesia berkemajuan, tentu sebuah kemustahilan bila tidak melibatkan kaum perempuan," katanya, Rabu (27/05/2015).

    Menurutnya, selama ini Aisyiyah telah banyak memberikan sumbangsih untuk bangsa Indonesia, terutama dalam hal pendidikan dan kesehatan.

    Untuk pendidikan, Aisyiyah setidaknya sekarang telah mengelola PAUD dan Taman Kanak Kanak sekitar 3.370 buah yang tersebar di seluruh Indonesia, ditambah lagi ratusan SD, SMA sederajat sampai perguruan tinggi. Sementara dibidang kesehatan, Aisyiyah telah lama berperan aktif pada penanganan dan pencegahan tubercolosis (TB), serta pembinaan perempuan untuk kesehatan reproduksi.

    "Selain itu, Aisyiyah sebagai gerakan perempuan Islam, selama se-abad kehadirannya di Indonesia sangat konsen terhadap pengembangan dan peningkatan aktivitas gerakannya, khususnya pada pemberdayaan perempuan," ujarnya.

    Sementara bidang pendidikan dan kesehatan terus dalam pengembangan. Oleh karenanya, sebagai keseriusan menguatkan fokus tersebut, kata Faidah, Aisyiyah telah membuat agenda khusus membahas kedua hal itu dengan akan menghadirkan wakil presiden Jusuf Kalla, menteri pendidikan dasar dan menengah Anis Baswedan, serta menteri kesehatan Nila Farida Moeloek, di forum Muktamar 1 abad Aisyiyah, pada Agustus mendatang di Makassar. (Kasri)

    KHITTAH. Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Rizal Pausi, menjadi moderator dalam diskusi publik yang dilaksanakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Makassar, di Warkop 76, Jalan Toddopuli Raya, Rabu (27/5). 

    Rizal Fauzi yang juga sekretaris redaksi Majalah Khittah, dalam pengantarnya, mengatakan, tata letak kota Makassar saat ini tidak pro terhadap pengusaha kecil. Bahkan dia mengaku kecewa dengan jawaban PD Pasar. 

    "Saya pernah kecewa dengan PD Pasar saat ditanyai tanggapan bagaimana strategi pemerintah menangani pasar tradisional. Dia dengan enteng menjawab, sepanjang masih ada kaya dan miskin, sepanjang itupula pasar tradisional akan tetap ada," tuturnya. 

    Sementara, ketua panitia kegiatan, Suhardi, mengaku kecewa terhadap pemilik toko modern indomaret yang tidak menghadiri diskusi tersebut, tanpa alasan. 

    "Kami undang Indomaret dan Alfa Mart, tapi indomaret tidak hadir. Sehingga, kami anggap indomaret tak pro rakyat dan hanya sibuk dengan bisnisnya," tuturnya. 

    Hadir dari diskusi tersebut, yakni Manajer Alfa Mart, Perwakilan Dinas Tata Ruang dan Bangunan, Perwakilan Wahana Lingkungan Hidup, dan Ketua PKC PMII Sulsel. (Man) 


    Pengambilan sumpah oleh Ketua PKC PMII Sulsel
    Pinrang - KHITTAH. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kabupaten Pinrang Mengadakan pelantikan pengurus baru. Kegiatan yang mengangkat tema "Refleksi 55 tahun PMII mengawal NKRI" ini diadakana di Gedung PKK Pinrang (25/5/2015).

    Kegiatan ini dihadiri oleh ketua PB PMII/Munawir Arafat, ketua PKC PMII Sulsel /Muhammad Syarif Hidayatullah,ketua mabincab PMII Pinrang /H. Ali muddin Mudung SH.I
    Dan Wakil Bupati Pinrang/H. Darwis Bastamang dan kader - kader PMII se - Kabupaten Pinrang.Pengurus Cabang baru ini dilantik dan diambil sumpahnya oleh ketua PKC PMII Sulsel.

     ketua PKC PMII sulsel,Muhammad Syarif Hidayatullah mengatakan bahwa sudah selayaknya PMII kembali ke basis yang sesungguhnya dalam momentum kali ini pmii sudah berusia 55 tahun, harus kembali ke kampus sebagai basis utama kita tampa melupakan pesantren dan masjid dalam melakukan kaderisasi,

    lanjut sambutan ketua PB PMII,Munawwir arafat mengatakan bahwa PMII harus tetap menjalankan nilai-nilai keislaman dengan ajaran ahlussunnah wal jama'ah, dan menjaga tradisi dalam mengawal NKRI, sebab PMII sebagai patron gerakan yang semestinya kita jaga integritasnya.

    Selanjutnya, Sambutan dari wakil bupati pinrang, oleh H. Darwis Bastamang mengatakan bahwa pengurus cabang PMII Pinrang selama ini telah memberikan kontribusi kepada pemerintah dalam mengawal kepemerintahan dan kami berharap agar dapat bersinergi dengan kami selaku mitra kerja buat pemerintah kabupaten pinrang, baik pak bupati ataupun saya selalu hadir dalam kegiatan yang di laksanakan PMI.  PMII selalu melakukan kerja bersama kami seperti bakti sosial dan kegiatan kepemudaan. Selanjutnya saya sepakat dalam gerakan yang di lakukan PMII yang selalu memadukan zikir, fikir dan amal shaleh, karna PMII adalah aset bangsa dalam mengawal NKRI agar tetap utuh agar indonesia ini menjadi rumah yang sejuk bagi pengunjung asing yang berkunjung ke indonesia, terakhir saya harus menyampaikan bahwa PMII harus tetap kritis (RpB)

    KHITTAH MAKASSAR - 300 drumband dari berbagai universitas Muhammadiyah akan memeriahkan Muktamar Muhammadiyah ke 47 yang dilaksanakan di Makassar.

    "Ini akan dibuka oleh drumband dari Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Ahmad Dahlan, dan Universitas Muhammadiyah," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Agung Danarto, Senin (25/5/2015).

    Agung Danarto pun mengatakan drum band akan ikut pawai pada pembukaan Muktamar di Makassar, 1-6 Agustus 2015. (*)



    Logo IMM UNM
    Koordinator Komisariat (KORKOM) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan latihan kepemimpinan tingkat dasar atau lebih dikenal dengan istilah Darul Arqam Dasar (DAD). Kegiatan ini diadakan pada hari/tanggal Jumat-Ahad, 22-24 Mei 2015 di Masjid Ta’mirul Masajid, Jl. Banda Makassar.

    DAD yang juga merupakan syarat menjadi keanggotaan IMM ini diikuti oleh 7 peserta yang meliputi 5 mahasiswa UNM,  1 Mahasiswa UMI dan 1 Mahasiswa UNHAS. 

    ketua panitia, Fauzan  mengatakan bahwa terlaksananya kegiatan ini tidak lepas dari bantuan kakanda dan kerja panitia. Kami berharap DAD ini mampu menanamkan nilai-nilai Muhammadiyah dan keislaman kepada setiap peserta.

    Ketua Korkom IMM UNM, Eva Zulfiah Hasanah menambahkan bahwa kegiatan ini bisa terlaksana  berkat kerja keras kader - kader dan alumni IMM UNM. adapun sumber dana yaitu dari senior kreativitas panitia misalnya jualan-jualan bubur dan lain  sebagainya.

    "Harapan kedepan setelah DAD ini sebagai mana bisa dijadikan pelanjut Estafet kepemimpinan dan mendirikan komisariat baru terutama untuk wilayah Gunung sari" jelas ketua Bidang riset dan keilmuan PC IMM Makassar ini (Basri/*)

    KHITTAH MUHAMMADIYAH - Lembaga Penaggulanagan Bencana (LPB) Muhammadiyah membentuk kelurahan tangguh bencana sebagai percontohan kelurahan siaga bencana, di kelurahan Melayu, Kecamatan Wajo.

    Pembentukan lembaga dilakukan setelah melalui pelatihan pembekalan siaga bencana dan simulasi pada masyarakat dengan melibatkan 30 peserta dari unsur fungsionaris kelurahan, RT/RW, komunitas anak lorong, LPM kampung Melayu, komunitas gizi majelis taklim, panti asuhan, serta komunitas Muhammadiyah. 

    "Komunitas ini adalah turunan dari program PP Muhammadiyah, harapannya lewat komunitas ini terbentuk masyarakat siaga bencana, dimana masyarakat ini tahu kesiapsigaan maupun penanganan ketika terjadi bencana," kata Zainuddin, Koordinator program kelurahan tanggap bencana Kota Makassar, ungkapnya, Ahad (24/5/2015).

    Lebih lanjut, kata Zainuddin, Makassar adalah kota berkembang dengan kepadatan penduduk yang cukup besar. "Makassar daerah rawan bencana, kebakaran dan yang lain, hal ini buat masyarakat tentu membutuhkan kesiapsiagaan," terangnya. 

    Pelatihan dan pembentukan kelurahan tanggap bencana ini dilaksanakan di Kantor kelurahan Melayu, Jl. Muhammadiyah, yang berlangsung dari 22-24 Mei 2015. (*)

    KHITTAH MAKASSAR - Menjelang Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke 47 yang akan dilaksanakan di Makassar pada 3-8 Agustus mendatang, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menggelar Lokakarya Komite Kesehatan Bencana. Kegiatan ini sebagai pemantapan Program kesiapsiagaan rumah sakit dan kesiapan masyarakat untuk kedaruratan bencana.

    Wakil Ketua PWM Sulsel, Dr Mustari Bosra, menjelaskan bahwa kegiatan pemantapan ini terus dilaksanakan mengingat Muktamar Muhammadiyah yang semakin dekat. "Kita telah menyediakan RS Siti Khadijah sebagai Rumah sakit siaga bencana, maka selanjutnya yang kita permantap adalah koordinasi dan pematanagan konsep," katanya, Ahad (24/5/2015).

    Mustari juga menerangkan bahwa Muhammadiyah baru-baru ini melalui Majelis tarjih PP Muhammadiyah telah merumuskan fiqh bencana. Fiqh bencana ini sebagai pedoman ibadah masyarakat saat terjadi bencana. Oleh karena itu rumusan fiqh bencana ini katanya juga menjadi salah satu materi dalam lokakarya tersebut.

    Kegiatan yang terlaksana sejak 22-24 Mei 2015 di Training Center UIN Alauddin, Jl Sultan Alauddin Makassar, diikuti oleh paramedis dan manajemen RS Siti Khadijah 1, Akbid dan Akper Muhammadiyah serta perwakilan Tim Bantuan Medis (TBM) UMI dan Unismuh Makassar. (*)

    KHITTAH ENREKANG - Kompetensi Sains Tingkat Madrasah mulai dari madrasah ibtidayyah hingga aliyah tingkat Kabupaten Enrekang dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Falah (PMDF) Enrekang (22/5/2015).

    Kegiatan yang diikuti selama dua tahun ini oleh Kabupaten Enrekang, baru dapat menyabet prestasi juara harapan untuk tingkat  Provinsi Sulawesi Selatan.

    Kegiatan yang dilaksanakan oleh merupakan program kerja dari Kepala Seksi Pembinaan madrasah dan pondok pesantren Kementrian Agama Kabupaten Enrekang.

    Indrawati selaku Kasi Pedepontren (Kepala Seksi Pembinaan Madrasah dan Pondok Pesantren) mengatakan bahwa Enrekang setelah mendapatkan juara harapan, tentunya motivasi untuk peserta didik agar belajar dengan baik sesuai dengan mata pelajaran yang dikuasainya. Sehingga kedepannya, mereka dapat lebih baik dan mempersembahkan predikat nomor satu bagi Kabupaten Enrekang di tingkat provinsi.

    “Setelah mendapatkan juara harapan, tentunya kita ingin meraih prestasi yang lebih baik lagi, selain itu harapan kami adalah peserta didik dapat belajar dengan baik sesuai dengan mata pelajaran yang dikuasainya,” papar Indra.

    Menurut Indra, kegiatan yang sangat bermanfaat ini merupakan motivasi, baik untuk pengajar dan peserta yang mengikuti lomba tersebut, agar menambah wawasaan mereka.

    “Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk kami karena memberikan motivasi agar terus menambah wawasaandi bidang sains," ujarnya.

    Pada Kompetisi Sains tersebut, siswi Madrasah Aliyah Negeri Baraka, Asni Mandasari juga menambahkan bahwa dirinya berharap mampu memenangkan perlombaan tersebut kedepannya. 

    "Semoga bisa menang di Kompetisi Sains Madrasah ini," hatur Asni. (Herul Iman)

    Pimpinan Cipayung Plus Mengadakan Konsolidasi tentang aksi penolakan kedatangan Presiden Jokowi di Makassar
    Dalam rangka merespon kedatangan Presiden Joko widodo ke Makassar yang rencananya pada tanggal 22 Mei 2015. Kelompok Cipayung plus kota Makassar mengadakan pertemuan di warkop 115 Toddopuli,Makassar Toddopuli,Makassar.
    Ketua PKC PMII Sulsel,Muhammad Syarif Hidayatullah menegaskan bahwa kami dari kelompok cipayung plus kota Makassar tetap mengadakan konsolidasi tersendiri.tidak bergabung bersama acara pertemuan yang diadakan oleh pihak keamanan dan kelompok mana pun. Sebab ini demi menjaga independensi gerakan.
    Hal senada juga disampaikan oleh ketua GMKI Makassar,Corneles galanjinjinay mengatakan bahwa Cipayung Plus akan turun aksi menolak kedatangan Jokowi DiMakassar.  kami perlu mempertegas ini,karena jangan sampai ada yang mencoba mengklaim gerakan kita.
    "Pada intinya kami dari cipayung plus akan tetap bergerak bersama menolak kedatangan Jokowi JK Di Makassar" Jelas Rizal Pauzi, Sekretaris bidang Hikmah DPD IMM Sulselbar

     Pembacaan Puisi Perjuangan oleh Esye Yusuf Lapimen setelah penyerahan buku sebagai simbol perlawanan disela - sela lauching dan bedah buku " Melawan Kekuasaan" di Universitas Hasanuddin (18/5/2015) 
    Republik Institute bekerja sama dengan Sekolah kader bangsa Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi selatan dan barat mengadakan lauching dan bedah buku "melawan kekuasaan" karya Fajlurrahman Jurdi. kegiatan ini diadakan di Auditorium Prof Amiruddin Universitas Hasanuddin (18/5/2015).

    Kegiatan ini dihadiri oleh dekan Fakultas Hukum Unhas,pimpinan lembaga cipayung plus kota Makassar,aktivis kampus se kota Makassar.Ada pun pembedah dalam kegiatan ini yaitu Dr. Aswar Hasan(Akademisi) dan Andi Muh Ilham(Komisioner KIP Sulsel). Sebelum di adakan bedah buku, diadakan penyerahan buku pada pimpinan lembaga sebagai simbol perjuangan dan di lanjutkan dengan pembacaan puisi perjuangan oleh sastrawan muda Muhammadiyah, Esye yusuf Lapimen.

    Dalam pemaparan penulis, Fajlurrahman Jurdi menggatakan bahwa tidak ada lagi bagaian yang betul-betul bersih. Sebab pada pradator dan pengusaha naga terus mencari celah untuk melakukan tranksaksi misalnya pengaturan pasal. Olehnya itu.kekuasan hari ini harus dilawan namun bukan dengan kontak senjata akan tetapi perlawan dengan sikap bijak dan cerdas terhadap penguasa yang berkuasa.

     Tidak jauh berbeda yang disampaikan oleh  oleh Dr. Azwar Hasan selaku akademik menyapaikan di depan peserta bahwa buku melawan kekuasaan membawa pada uforia aktifis kampus 96, 97, 98, 99 sehgingga hari ini memang perlu direfresh kembali melalui buku adinda fajrurrahman jurdi.sehingga perlu saya sampaikan bahwa jangan menjadi manusia setengah jadi, caranya perbanyak membaca, menulis,bersikusi, dan kalau perlu berdemonstrasi. Ujarnyaam
    Sebelum menutup penyampaiannnya Azwar juga menyampaiakn beberapa point yaitu kekuasaan sebagai refleksi sosial harus selalu dikontrol dengan memahami realitas sosial, kedua realitas sosial ini dapat melahirkan kesadaran sosial, dan ketiga kesadaran sosial adalah social responbility yang berorentasi pada masa depan masyarakat.(RpB)


Top