Pemuda Muhammadiyah Sulsel bahas Penguatan Ekonomi Kaum Muda


Dialog serial Panitia Musywil Pemuda Muhammadiyah Sulsel di Ruang Redaksi Tribun Timur

Dalam rangka Musyawarah Wilayah (MUSYWIL) Pemuda Muhammadiyah (PM) Sulawesi Selatan (Sulsel), Panitia MUSYWIL  menyelenggarakan Dialog Serial yang bertujuan untuk mempelajari potensi dan kendala pemuda dalam menghadapi ASEAN Community.. Kegiatan yang mengusung tema: Merengkuh Masyarakat Ekonomi ASEAN Melalui Penguatan Basis Ekonomi Kaum Muda ini diadakan di ruang Redaksi Tribun Timur, Makassar. (22/4/2015)
Dalam dialog ini menghadirkan narasumber yaitu Muhammad Muhlis, Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi, Dinas Koperasi dan UMKM) Sulsel, Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulsel yang juga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel,  Syaharuddin Alrif, dan Muhammad Ilham Alim Bacrie,Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulsel. Kegiatan ini dihadiri oleh Beberapa Pengurus Pemuda Muhammadiyah, Kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah, dan beberapa Pengusaha Muda Sulawesi Selatan.
Muhammad Muhlis, Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi, Dinas Koperasi dan UMKM) Sulsel mengatakan bahwa Pemerintah Sulawesi selatan telah melakukan Pelatihan Usaha Pemula disetiap desa, dengan melibatkan 20 orang peserta di setiap desa agar para pelaku wirausaha memperoleh peningkatan Sumber Daya Manusia. Hal ini sangat penting utuk menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN.
Syaharuddin Alrif, S.IP, Anggota DPRD Propinsi Sulsel juga memaparkan bahwa Pemuda Sulawesi Selatan harus memiliki rasa percaya diri, karena untuk menjadi pengusaha sukses dibutuhkan keberanian dan ketekunan dalam melakoni dunia usaha. Pemerintah juga harus memperhatikan nasib pengusaha kecil yang tidak mampu bersaing dengan pelaku usaha modern yang telah menjamur di Sulawesi Selatan.
Muhammad Ilham Alim Bacrie,Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) SULSEL mengatakan bahwa ASEAN tidak hanya membahas masalah ekonomi, tapi juga membahas tentang Politik keamanan, dan sosial budaya. Untuk menghadapi era ASEAN yang sudah didepan mata, Penguasaan bahasa asing menjadi kunci utama. Saat ini beberapa Negara anggota ASEAN telah mempersiapkan diri dengan mempelajari bahasa Indonesia. Pendidikan tinggi juga sangat dibutuhkan untuk menunjang wawasan keilmuan dalam meningkatkan kualitas dan keterampilan kerja.  
Muhammad Solihin S, S.H, Peneliti Republik Institute yang memandu dialog ini menegaskan bahwa ASEAN Community bisa menjadi peluang dan juga bisa menjadi ancaman bagi generasi muda Indonesia jika tidak mempersiapkan keterampilan diri dari sekarang. Era Masyarakat ASEAN juga diwarnai dengan transaksi elektronik yang tentunya membutuhkan keteramplan Teknologi Informasi serta perlindungan kepastian hukum.
Dialog ini diharapkan memberi manfaat yang tinggi untuk generasi muda dalam menghadapi ASEAN Community tutur Solihin yang juga pernah menjadi Delegasi dalam International Youth Conference (ASEAN).(Solihin)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top