INFO PASANG IKLAN
"Pasang iklan harga terjangkau, Laku barangta beramalki juga". Minat, Hubungi Manajer Iklan Dhadhe 085342448624 atau PIN BB 2931CE74
Popular Posts
-
Hadisaputra, M.Si,dan Nurhikmawaty Hasbiah bersama Ketua PWM Sulsel, Dr Muh Alwi Uddin (foto:ist)
-
Opini Oleh : Nur Faizah Anshar Korupsi, sebuah kata yang tentu tak asing lagi bagi kita. Di semua pemberitaan baik media elektronik maup...
-
Aksi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Rabu, 20 Mei 2015(Foto:fb)
-
Syaharaddin Alrif, S. Sos (Foto : ist) Syaharuddin Alrif akhirnya ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjend) Pimpinan Pusat...
-
Logo Musykom IMM FKIP Unismuh Makassar, Khittah - Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilm...
Mahyuddin Ketua Baru Pemuda Muhammadiyah Sulsel
Mahyudin saat menyampaikan visi-misi. (foto: Ocang/khittah.com)
Bantaeng-- Musyawarah wilayah Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PW PM) Sulawesi Selatan ke 17 yang digelar di Bantaeng dari tanggal 1 hingga 3 Mei kemarin, akhirnya menetapkan Mahyudin Abdullah sebagai ketua baru periode 2015-2019 menggantikan Syaharuddin Alrif.
Mahyudiin terpilih melalui pemilihan langsung dengan perolehan 336 suara, melampaui dua kandidat lainnya yakni Hadisaputra (236 suara) dan Muslimin Hasbullah (53 suara). Selain ketua baru, Musywil juga menetapkan 12 formatur terpilih, antara lain, Elli Oscar, Arman, Andi Irwan, M Zuhud Muhallim, Muh Basir, Nursalam Hanafi, Sudirman Pare, Sudirman Bone, Umar, Syaifuddin M, Dahlan Gege, Baharuddin. Salah satu formatur, Muh Basir dari PM Gowa diangkat sebagai Sekretaris PW PM.
Kepada Khittah, sebelum musywil, Mahyu, sapaan akrabnya berjanji setelah terpilih sebagai ketua PW PM Sulsel, terlebih dahulu akan melakukan pembenahan struktur kepemimpinan kepada 23 pimpinan daerah PM yang sebagian besar masih berstatus careteker.
Alumnus Universitas Muhammadiyah Parepare ini juga menambahkan, Pemuda akan dibawanya untuk tak lagi eksklusif. "Pemuda harus membuka diri dan berani berdialog bahkan dengan organisasi lain yang memiliki keyakinan berbeda, karena organisasi ini hadir untuk mengatasi persolan kebangsaan," katanya.
Selain itu, katnya PM harus mengikuti level yang lebih tinggi dengan mendorong kader ke ranah politik, bukan sekedar menggunakan Pemuda Muhammadiyah sebagai kendaraan poltik.
Sementara itu, Syaharuddin Alrif, ketua PM 2011-2015, mengingatkan bahwa PM Sulsel harus lebih inovatif terhadap gerakan dakwah dan kaderisasi. "Banyak tantangan menjadi ketua, semoga bisa amanah," kata Syahar seperti dikutip dari Harian Tribun Timur. (KR)

Tidak ada komentar: