Panti Asuhan Siti Khadijah Aisyiyah Daerah Pinrang


Salahsatu kegiatan masyarakat yang diadakan di Aula Panti asuhan Aisyiyah Pinrang

Profil AUM

Panti Asuhan (PA) Siti Khadijah Aisyiyah Daerah Pinrang didirikan pada penghujung tahun 1964. Mendengarkan namanya, tentu saja jelas bahwa Panti asuhan ini adalah Amal Usaha dibawah naungan Pimpinan Daerah Aisyiyah Pinrang. 

Awalnya berangkat dari sumbangan tanah wakaf dari seorang pengusaha bernama H. SANUSI seluas  + 1 Ha, untuk pembangunan mesjid Muhammadiyah yang  kini bernama Mesjid Mujahidin. Dari lokasi ini, oleh PDA Pinrang mengusulkan ke PDM untuk dibangun panti  asuhan pada bahagian selatan tanah waqaf tersebut. Yang kemudian pada akhirnya disepakatilah tanah seluas 41 x 83 m2 untuk pembangunan Panti Asuhan St. Khadijah Aisyiyah Daerah Pinrang.

Pada tanggal 18 november 1965 bertepatan dengan milad Muhammadiyah yang Ke 53 dilakukan peletakan batu pertama oleh A.SAPING dan MAYOR MANGUNG KARIM (Dandim 1404 sawitto ) yang di saksikan oleh keluarga  besar Muhammadiyah Pinrang. Pembangunan rampung 3 tahun berikutnya dan akhirnya diresmikan pada tangggal 18 november 1968.

Ada 4 kata yang menjadi pegangan PA Aiyiyah untuk menaklukkan hati anak asuhnya. Kata itu adalah kekeluargaan, kegembiraan, kepercayaan, dan kesalehan.
Visi dari PA Aisyiyah Pinrang adalah “Terwujudnya kesiapan Anak dalam memasuki kehidupan mandiri dengan nilai-nilai islam,” ujar Hj. Siti Naimah, ketua Panti.
Hj Naimah menambahkan bahwa ada tiga misi PA Aisyiyah Pinrang yaitu (1) mengembangkan potensi  anak se-optimal mungkin, (2) membiasakan anak menjalankan kehidupan beragama sehari-hari, dan (3) menyiapkan anak dalam mengembangkan manusia seutuhnya sebagai  Pelopor kelangsugan amal usaha muhammadiyah / Aisyiyah.

Satu hal yang patut dibanggakan dari PA Aisyiyah  Pinrang karena panti ini adalah panti asuhan terbesar dan sangat dipercaya di Kabupaten Pinrang.
Sumber keuangan PA Aisyiyah Pinrang berasal dari sumbangan para dermawan dan masyarakat umum serta dari Amal usaha Muhammadiyah di Pinrang. Guna menunjang biaya operasional, PA Aisyiyah juga mempunyai usaha ekonomi produktif diantaranya usaha percetakan, sablon dan fotokopi, persewaan gedung serbaguna, usaha pembuatan abon daging kambing/sapi, serta usaha jaa penjahitan/konveksi.

Untuk menunjang kegiatan sehari-hari anak asuh, pihak PA Aisyiyah Pinrang menyediakan sarana dan fasilitas antara lain ruang sholat, ruang keterampilan, serta ruang belajar dan computer.
Di sana juga tersedia ruang makan bersama, dapur, ruang cuci dan jahit pakaian, tanah perswahan, serta mobil operasional.

Sementara untuk pendididikan, seluruh anak asuh PA Aisyiyah Pinrang dimasukkan pada di sekolah-sekolah Muhammadiyah di Pinrang.
Sehari-hari, selain sekolah formal, pada sore hari. Setiap selesai sholat dhuhur anak panti aktif belajar pada sekolah Diniyah Awaliyah dan Kursus bahasa inggris, pada malam hari setelah Magrib, mereka mengaji dan pembinaan keimanan, serta setelah sholat isya mereka belajar pembelajaran sekolah, dan khusus malam ahad latihan pidato.

“Di atas semua kesibukan itu, kami ingin agar anak-anak ini berbahagia dan bisa senantiasa berkembang. Anak-anak ini punya masa depan” ujar Zulva Arwi, salah satu pengelola Panti.
Saat ini PA Aisyiyah, merawat 37 orang anak (7-12 tahun), 25 orang (usia 13-15 tahun), 26 orang ( usia 15-18 tahun). Total anak asuh di PA Aisyiyah Pinrang tahun ini adalah 88 anak.

Setiap anak di kelompok usia memiliki jadwal harian yang diterapkan untuk melatih kedisiplinan dan kemandirian anak. Pada mereka diterapkan dinas sebagai didikan untuk bertanggung jawab lewat tugas-tugas harian seperti membersikan ruang tidur, ruang belajar, dan halaman panti, mencuci piring  dan perlengkapan pribadi. Untuk menunjang hal tersebut maka pihak panti sering mengadakan kegiatan seperti Lomba kebersihan kamar, puasa senin-kamis, penyemprotan sarang nyamuk secara periodik, pengaturan menu oleh Ibu pengasuh, serta pemeriksaan tenaga Medis dari rumah sakit Aisyiyah pinrang.

Anak-anak panti juga dikenalkan dengan kesenian keterampilan, ada pembina khusus yang diberikan kepada anak Asuh seperti keterampilan keputrian, seperti menjahit, membuat kue, merajut, merangkai bunga dan lain-lain. Sementara untuk keterampilan khusus putera yakni bertukangan, perikanan, perternakan, percetakan, keterampilan membuat abon, latihan tapak suci puera Muhammadiyah, dan lain-lain. (KR)

Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top