INFO PASANG IKLAN
"Pasang iklan harga terjangkau, Laku barangta beramalki juga". Minat, Hubungi Manajer Iklan Dhadhe 085342448624 atau PIN BB 2931CE74
Popular Posts
-
Hadisaputra, M.Si,dan Nurhikmawaty Hasbiah bersama Ketua PWM Sulsel, Dr Muh Alwi Uddin (foto:ist)
-
Opini Oleh : Nur Faizah Anshar Korupsi, sebuah kata yang tentu tak asing lagi bagi kita. Di semua pemberitaan baik media elektronik maup...
-
Aksi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Rabu, 20 Mei 2015(Foto:fb)
-
Syaharaddin Alrif, S. Sos (Foto : ist) Syaharuddin Alrif akhirnya ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjend) Pimpinan Pusat...
-
Logo Musykom IMM FKIP Unismuh Makassar, Khittah - Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilm...
Tampilkan postingan dengan label Tarbiah. Tampilkan semua postingan
Berita, Tarbiah, Tarbiyah
![]() |
Tim Fasilitator Majelis Taurat. Muhammad Solihin S., S.H.
(tengah) inisiator terbentuknya Majelis Taurat.
|
Kalau masalah beraktivitas pagi, tidak hanya agen distribusi surat kabar yang harus menjalankan tugasnya di pagi hari. Agen intelektual muslim yang baik pun demikian. Bedanya, agen intelektual mengantarkan ilmu pengetahuan dunia dan akhirat, bukan surat kabar. Selain itu, kalau agen koran dari rumah ke rumah, kalau agen intelektual dari masjid ke masjid.
“Agen intelektual muslim yang baik” adalah jargon Majelis Taurat (Majelis Ilmu Pengetahuan Dunia dan Akhirat). Majelis Taurat merupakan kelompok kajian keilmuan yang mengkaji pengetahuan dunia dan akhirat, mulai dari Teologi sampai masalah-masalah kehidupan sosial masyarakat. Majelis yang terbentuk atas inisiasi Kepala Sekolah Paradigma PC IMM Kota Makassar, Muhammad Solihin S. S.H., melaksanakan forum keilmuan setiap Sabtu pagi. Tempat kajian yang berpindah-pindah, mulai dari Masjid Nurul Ilmi Telkom, sampai Masjid Kampus UIN Alauddin selalu menghadirkan suasana baru di setiap pertemuannya.
Majelis Taurat sebenarnya juga terinspirasi dari misi One Day One Juz. “Kalau ODOJ satu hari satu juz, maka majelis mengusung misi satu minggu, satu buku.”, ungkap Solihin. Metode yang diterapkan adalah metode bedah buku. Setiap peserta majelis membedah satu buku yang telah dijadwalkan secara bergilir setiap pekan. Sebelum melakukan bedah buku, sebelumnya ada pengantar yang berupa materi dari pemateri di luar peserta majelis.
Ketika ditanyai buku-buku yang sudah dibedah, Solihin mnyebutkan salah satu judul buku yang pernah dibedah adalah Al Hayy bin Yaqdzon karya Ibn Tufail. Buku ini mengisahkan tentang seseorang yang menemukan Tuhan tanpa agama yang diasuh oleh seekor rusa. “Kami memang berupaya menghidupkan kembali karya pemikiran besar yang tidak tersentuh lagi.”, ungkap Solihin.
Antusias peserta majelis seakan-akan menunjukkan kalau tidak ada hari yang paling ditunggu selain hari sabtu pagi. Wangi pagi yang masih segar-segarnya, rindu dan haus intelektual yang telah mendesak untuk segera terpuaskan membuat para peserta majelis begitu antusias. Ini terlihat dari jumlah peserta yang selalu bertambah dan kedatangan mereka yang selalu lebih awal.
“Peserta terdiri dari alumni Sekolah Paradigma PC IMM Kota Makassar dan kader-kader IMM lainnya. Meski demikian, Majelis Taurat berbeda dengan Sekolah Paradigma yang merupakan agenda Pimpinan Cabang IMM Kota Makassar sejak periode 2013/2014. Peserta Sekolah Paradigma terbatas, kalau forum ini pesertanya bebas. Majelis taurat juga bukan agenda Pimpinan Cabang“, jelas Solihin.
Kehadiran kelompok-kelompok kajian seperti ini memang sangat dibutuhkan untuk pengembangan kualitas intelektual pemuda. Terlebih bagi oraganisasi kader seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang bertujuan untuk meciptakan akademisi Islam. Solihin menambahkan bahwa Majelis Taurat adalah aktivitas dakwah intelektual yang berorientasi pada terciptanya atmosfer intelektual yang bermanfaat dalam mencerdaskan dan mencerahkan generasi insani.
“Majelis Taurat menjadi suatu wadah yang lebih menuntut kesadaran bersama untuk menghidupkan budaya ilmiah. Stamina intelektual dan stamina spiritual adalah nyawanya akademisi Islam yang berakhlak mulia, dan ini lah yang dibangun di sini.”, tegas Solihin. Yusnaeni, S.Pd., M.Pd., yang pernah diundang menjadi pembicara di salah satu pertemuan majelis ini berharap laboratorium pencipta intelektual muhammadiyah yang menurutnya kini jumlahnya sudah berkurang dapat terbentuk melalui Majelis Taurat ini. (Fikar)
Berita, Khusus, Tarbiah
Sidenreng Rappang-
Ratusan Mahasiswa baru Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Muhammadiyah
Rappang Kabupaten Sidenreng Rappang mengikuti kegiatan Pesantren Mahasiswa Baru
(Pesanmaba ) di Auditorium H. Zaini Razak Kampus STKIP-STISIP Muhammadiyah
Sidrap kemarin dari tanggal 22 hingga 25 agustus 2014.
Ketua panitia Muhammad Natsir mengatakan bahwa kegiatan pesanmaba ini sudah angkatan yang ke tiga. “Adapun pada pesanmaba kali ini kami mengusung tema ‘membentuk karakter mahasiswa dalam upaya elaborasi intelektual, emosional dan spiritual’, Secara garis besar melalui kegiatan ini kami ingin menyampaikan tiga orientasi untuk mahasiswa baru yakni Kemahasiswaan, Kebangsaan dan Ke-muhammadiyah-an” lanjut Natsir.
“Dalam kegiatan ini juga dirangkaikan dengan bedah buku ‘Ilusi Kedaulatan Ekonomi’ oleh penulisnya langsung Muh. Fitrah Yunus yang juga adalah Ketua Lembaga Hukum dan HAM Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ( DPP IMM)” tambah aktivis IMM Sidrap ini.
Ketua panitia Muhammad Natsir mengatakan bahwa kegiatan pesanmaba ini sudah angkatan yang ke tiga. “Adapun pada pesanmaba kali ini kami mengusung tema ‘membentuk karakter mahasiswa dalam upaya elaborasi intelektual, emosional dan spiritual’, Secara garis besar melalui kegiatan ini kami ingin menyampaikan tiga orientasi untuk mahasiswa baru yakni Kemahasiswaan, Kebangsaan dan Ke-muhammadiyah-an” lanjut Natsir.
“Dalam kegiatan ini juga dirangkaikan dengan bedah buku ‘Ilusi Kedaulatan Ekonomi’ oleh penulisnya langsung Muh. Fitrah Yunus yang juga adalah Ketua Lembaga Hukum dan HAM Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ( DPP IMM)” tambah aktivis IMM Sidrap ini.
Ketua STISIP Muhammadiyah Rappang, Dr. H. Jamaluddin Ahmad dalam
sambutannya mengatakan bahwa STISIP
Muhammadiyah Rappang from big to great
dan terbukti bahwa dari sekian banyak mahasiswa yang mendaftar atau 500 Calon
Mahasiswa Baru mendaftar hanya 316 Mahasiswa Baru yang diterima. “STISIP
Muhammadiyah Rappang ini telah terakreditasi Institusi, maka ini adalah nilai
plus, olehnya saya berharap agar Mahasiswa nantinya mampu beraktualisasi diri
melalui proses Akademik dan kegiatan Ekstrakurikuler demi pengembangan potensi
diri masing-masing sesuai dengan disiplin ilmunya“ tutup Dr. Jamal. (*/Kasri).

