INFO PASANG IKLAN
"Pasang iklan harga terjangkau, Laku barangta beramalki juga". Minat, Hubungi Manajer Iklan Dhadhe 085342448624 atau PIN BB 2931CE74
Popular Posts
-
Hadisaputra, M.Si,dan Nurhikmawaty Hasbiah bersama Ketua PWM Sulsel, Dr Muh Alwi Uddin (foto:ist)
-
Opini Oleh : Nur Faizah Anshar Korupsi, sebuah kata yang tentu tak asing lagi bagi kita. Di semua pemberitaan baik media elektronik maup...
-
Aksi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Rabu, 20 Mei 2015(Foto:fb)
-
Syaharaddin Alrif, S. Sos (Foto : ist) Syaharuddin Alrif akhirnya ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjend) Pimpinan Pusat...
-
Logo Musykom IMM FKIP Unismuh Makassar, Khittah - Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilm...
Tampilkan postingan dengan label Kabar Muktamar. Tampilkan semua postingan
Berita, Kabar Muktamar, Tabligh
Atraksi paraga adalah salah satu budaya Makassar yang masih ditradisikan hingga saat. Paraga dalam sejarah Sulsel adalah salah-satu seni raga yang merupakan hiburan untuk para raja di kerajaan yang ada di Sulsel pada masa lalu. Hiburan atraksi seni raga ini rencananya juga akan ditampilkan pada pembukaan muktamar Muhammadiyah ke 47 dan Muktmar 1 Abad Aisyiyah di Makassar pada 3 Agustus 2015. (kr)
Berita, Kabar Muktamar
| Dr. Mustari Bosra (foto:khittah.com) |
Makassar --
Lembaga penaggulangan bencana (LPB) Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sulawesi
Selatan melaksanakan diklat relawan Muhammadiyah dan latgab simulasi bencana di
Bumi Perkemahan Cadika Bulurokeng, Biringkanayya Makassar, yang berlangsung
dari tanggal 3-5 April 2015.
Pelatihan penaggulangan
bencana ini bertujuan untuk memperkuat komitmen Muhammadiyah Sulsel sebagai
gerakan al maun dalam mempelopori kegiatan kemanusiaan.
Ketua LPB Sulsel, Arif H
Uddin, dalam laporannya menuturkan, peserta dalam kegiatan ini berjumlah 107
orang yang melibatkan LPB PWM, LPB PDM se Sulsel, Organisasi otonom
Muhammadiyah, Tim Bantuan Medis (TBM), UKM KSR dan Pahala Unismuh serta perwakilan
mahasiswa dari kampus kesehatan Muhammadiyah se- kota Makassar. “Jadi semua
pihak kita libatkan, sementara untuk instruktur langsung didatangkan dari LPB
pusat, dan untuk narasumber kita bermitra dengan BPBD Sulsel.”
Sementara itu, Wakil Ketua PW
Muhammadiyah Sulsel, Dr Mustari Bosra mengatakan bahwa Sulsel sebagai tuan
rumah muktamar Muhammadiyah 47, adalah salah satu wilayah yang rawan bencana.
Oleh karena itu kesiapsiagaan pengurangan resiko dan siaga tanggap darurat
sangat diperlukan. "Selain sebagai tindaklanjut dari kesiapsiagaan
nasional, ini sebagai bagian dari kesiapan LPB menghadapi Muktamar Muhammadiyah
pada Agustus nanti," terangnya. (KR)
Berita, Kabar Muktamar
KHITTAH--- Pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah ke 47, tak kurang dari 6 bulan lagi. Panitia lokal terus berbenah, selain pembangunan infrastruktur muktamar yang terus digenjot, persiapan lain yang tak kalah massif adalah persiapan untuk penginapan peserta.
"Hasil pembagian kerja panitia, khususnya untuk penginapan kepesertaan. Peserta penuh akan dipusatkan di kampus Unismuh, sedangkan untuk peserta penggembira diserahkan ke panitia otorita Makassar dan Gowa," kata Alfan Amin, panitia lokal otorita Makassar.
Sebagai langkah taktis dan terorganisir, panitia otorita Makassar, urai Alfan sejauh ini telah membagi perkampungan sebagai tempat penginapan untuk peserta penggembira.
"Kita telah membagi wilayah berdasarkan asal pulaunya dan ditempatkan di tiap PCM se kota Makassar dan Gowa," tambahnya.
Adapun pembagian perkampungan tersebut, antara lain untuk kampung Jawa dan Madura, ditempatkan di PCM Makassar, Bontoala, Ujung Tanah, Parang Layang, Tallo, dan Maccini. Kampung Kalimantan, di PCM Pisang, Lariang Bangi, Bara-Barayya, Mimbar. Kampung Sumatra di PCM Sambung Jawa, Mamajang, Mariso, dan Jongayya. Kampung Sulawesi di PCM Panakukang, Tello Baru, Manggala dan Biringkanayya. Untuk kampung NTT. NTB dan Bali ditempatkan di PCM Karunrung dan Minasa Upa.
Sementara itu untuk kampung Maluku dan Papua ditempatkan di Cabang Sungguminasa kabupaten Gowa.
Untuk lebih memudahkan peserta penggembira, panitia juga telah membuka pendaftaran secara online, yang dapat akses melalui www.panitiapenggembiramuktamar47.com.
Sebagaimana Muktamar-muktamar sebelumnya, diperkirakan bahwa perhelatan akbar lima tahunan organisasi Islam terbesar ini akan dihadiri jutaan warga Muhammadiyah dari seantero Nusantara. (KR)
"Hasil pembagian kerja panitia, khususnya untuk penginapan kepesertaan. Peserta penuh akan dipusatkan di kampus Unismuh, sedangkan untuk peserta penggembira diserahkan ke panitia otorita Makassar dan Gowa," kata Alfan Amin, panitia lokal otorita Makassar.
Sebagai langkah taktis dan terorganisir, panitia otorita Makassar, urai Alfan sejauh ini telah membagi perkampungan sebagai tempat penginapan untuk peserta penggembira.
"Kita telah membagi wilayah berdasarkan asal pulaunya dan ditempatkan di tiap PCM se kota Makassar dan Gowa," tambahnya.
Adapun pembagian perkampungan tersebut, antara lain untuk kampung Jawa dan Madura, ditempatkan di PCM Makassar, Bontoala, Ujung Tanah, Parang Layang, Tallo, dan Maccini. Kampung Kalimantan, di PCM Pisang, Lariang Bangi, Bara-Barayya, Mimbar. Kampung Sumatra di PCM Sambung Jawa, Mamajang, Mariso, dan Jongayya. Kampung Sulawesi di PCM Panakukang, Tello Baru, Manggala dan Biringkanayya. Untuk kampung NTT. NTB dan Bali ditempatkan di PCM Karunrung dan Minasa Upa.
Sementara itu untuk kampung Maluku dan Papua ditempatkan di Cabang Sungguminasa kabupaten Gowa.
Untuk lebih memudahkan peserta penggembira, panitia juga telah membuka pendaftaran secara online, yang dapat akses melalui www.panitiapenggembiramuktamar47.com.
Sebagaimana Muktamar-muktamar sebelumnya, diperkirakan bahwa perhelatan akbar lima tahunan organisasi Islam terbesar ini akan dihadiri jutaan warga Muhammadiyah dari seantero Nusantara. (KR)
Baru, Berita, Kabar Muktamar
| Gedung PW Aisyiyah Sulsel (Foto: Basri/Khittah.com) |
Hal ini berdasarkan pengakuan Ketua PW Aisyiyah Sulsel Nurhayati Aziz, di Kantornya beberapa waktu yang lalu. Dia mengatakan bahwa pihaknya telah memutuskan 13 nama yang akan diajukan pada Muktamar nanti. “Keputusan ini mengacu pada hasil Muspimwil ‘Aisyiyah se Sulawesi Selatan yang dimana kami telah memutuskan itu, akan tetapi kami juga memastikan bahwa diantara tiga belas nama yang akan disodorkan nanti belum ada figur dari Sulsel,” ungkapnya.
Menurutnya, persolan kesediaan domisili masih menjadi kendala figur dari Sulsel untuk berkiprah di level Nasional. “Banyak potensial cuma lagi persolannnya adalah kesiapan berdomisili,” jelasnya.
Tapi Nurhayati juga menjamin bahwa sekalipun tidak ada figur Sulsel yang dapat tampil, dia percaya 13 nama yang disodorkannya bisa membawa Aisyiyah berkiprah ke arah yang lebih baik. “Tidak sembarang juga kami untuk memutuskan 13 nama, panjang prosedurnya dan banyak pertimbangan kami. Kita melihat figure, menganilisis, sekaligus maminta masukan PDA untuk selanjutnya diplenokan dan diputuskan di tingkat wilayah,” katanya.
Pertimbangan lain tambah Nurhayati, mereka bisa dipercaya dan punya kemampuan individu dan oraganisasi, sipa berdomisili, dan tentunya mampu mengawal ideologi Aisyiyah. “Sekarang banyak orang pragmatis. Jadi kita mesti selektif dalam menyodorkan figur. Pimpinan itu bukan hanya datang saat dilantik atau datang saat event tertentu saja, tapi intinya adalah kerja, kerja, sehingga ada yang bisa dipertangungjawabkan,” jelasnya lagi.
Terkait konsep yang akan dibawa Aisyiyah Sulawesi Selatan, Nurhayati mengatakan bahwa pihaknya akan menyodorkan untuk penguatan ideologi dan kelembagaan Aisyiyah secara Nasional. ‘Aisyiyah kini semakin besar, oleh karena itu perlu konsep baru dalam meningkatkan profesionalisme untuk pengelolaan organisasi, aset dan amal usaha. Selain itu, hal yang akan diperjuangkannya adalah konsep penguatan kepemimpinan, pola rekritmen, komitmen serta keikhlasan dalam memimpin organisasi. (Kasri)
Baru, Berita, Kabar Muktamar
Makassar-KHITTAH. Sejumlah tokoh mulai menguat sebagai kandidat ketua umum untuk menggantikan Prof Dr M Din Syamsuddin dalam Muktamar Ke-47 Muhammadiyah yang akan digelar di Makassar pada 3-7 Agustus 2015.
Hal ini mengemuka pada kegiatan Workshop Registrasi Online Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-47 yang diikuti perwakilan Pimpinan wilayah Muhammadiyah (PWM) se Indonesia di Unisversitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, kemarin, Ahad (11/01/2015).
Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Najib Hamid MSi, disela-sela workshop mengungkapkan bahwa ada tiga tokoh yang menguat sebagai kandidat ketua umum dalam Muktamar Ke-47 Muhammadiyah mendatang.
Tiga tokoh yang disebutkan adalah Prof Dr Syafiq A Mughni (Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah), Dr Haedar Nashir (Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah) dan Dr Abdul Mu'thi (Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah).
Sementara itu, Ketua MPM PWM Sulsel Husni Yunus menyebut nama mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqaddas.
Dosen Unismuh Makassar ini mengatakan mengemukanya nama Busyro cukup beralasan. Selain kapasitasnya sebagai kader sangat baik, dia juga disebut model kader yang meniti jenjang dari bawah. Bahkan pendidikannya di institusi Muhammadiyah. “Selain itu darah ulama juga mengalir padanya sehingga memang pantas jika namanya disebut-sebut,” ujar Husni.
“Selain populer sebagai pimpinan KPK, Busyro juga pernah menjabat sebagai Ketua Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) selama dua tahun. Ayah tiga anak itu juga pernah duduk sebagai anggota pimpinan pusat Muhammadiyah sejak 1985 sampai 1990,” Tambahnya.
Selain itu, nama lain yang juga disebut Husni adalah Hajrianto Tohari serta Ketua PWM Sulsel, Dr. Muh Alwi Uddin.
Najib Hamid menjelaskan bahwa pemilihan ketua umum Muhammadiyah menggunakan sistem pemilihan formatur 13 berdasarkan penyaringan dari 39 nama yang berasal dari sidang tanwir. Penetapan ketua umum adalah hak progretik formatur 13 yang terpilih nantinya.
Terkait persiapan muktamar yang menyisakan waktu beberapa bulan lagi, Najib berharap agar panitia benar-benar menyiapkan lokasi yang menjadi tempat muktamar, penginapan, dan tempat mandi.
"Sejauh ini selama di Makassar saya melihat masih banyak yang perlu dibenahi, semarak belum terlalu terlihat termasuk gedung Muktamar yang akan digunakan juga belum selesai, harapan kami PWM dari provinsi lain semoga waktu tujuh bulan yang tersisa ini mampu dimanfaatkan untuk membenahi semuanya," jelasnya. (Antara/Fajar/Kr)
Ket. Foto: khittah.com
Hal ini mengemuka pada kegiatan Workshop Registrasi Online Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-47 yang diikuti perwakilan Pimpinan wilayah Muhammadiyah (PWM) se Indonesia di Unisversitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, kemarin, Ahad (11/01/2015).
Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Najib Hamid MSi, disela-sela workshop mengungkapkan bahwa ada tiga tokoh yang menguat sebagai kandidat ketua umum dalam Muktamar Ke-47 Muhammadiyah mendatang.
Tiga tokoh yang disebutkan adalah Prof Dr Syafiq A Mughni (Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah), Dr Haedar Nashir (Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah) dan Dr Abdul Mu'thi (Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah).
Sementara itu, Ketua MPM PWM Sulsel Husni Yunus menyebut nama mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqaddas.
Dosen Unismuh Makassar ini mengatakan mengemukanya nama Busyro cukup beralasan. Selain kapasitasnya sebagai kader sangat baik, dia juga disebut model kader yang meniti jenjang dari bawah. Bahkan pendidikannya di institusi Muhammadiyah. “Selain itu darah ulama juga mengalir padanya sehingga memang pantas jika namanya disebut-sebut,” ujar Husni.
“Selain populer sebagai pimpinan KPK, Busyro juga pernah menjabat sebagai Ketua Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) selama dua tahun. Ayah tiga anak itu juga pernah duduk sebagai anggota pimpinan pusat Muhammadiyah sejak 1985 sampai 1990,” Tambahnya.
Selain itu, nama lain yang juga disebut Husni adalah Hajrianto Tohari serta Ketua PWM Sulsel, Dr. Muh Alwi Uddin.
Najib Hamid menjelaskan bahwa pemilihan ketua umum Muhammadiyah menggunakan sistem pemilihan formatur 13 berdasarkan penyaringan dari 39 nama yang berasal dari sidang tanwir. Penetapan ketua umum adalah hak progretik formatur 13 yang terpilih nantinya.
Terkait persiapan muktamar yang menyisakan waktu beberapa bulan lagi, Najib berharap agar panitia benar-benar menyiapkan lokasi yang menjadi tempat muktamar, penginapan, dan tempat mandi.
"Sejauh ini selama di Makassar saya melihat masih banyak yang perlu dibenahi, semarak belum terlalu terlihat termasuk gedung Muktamar yang akan digunakan juga belum selesai, harapan kami PWM dari provinsi lain semoga waktu tujuh bulan yang tersisa ini mampu dimanfaatkan untuk membenahi semuanya," jelasnya. (Antara/Fajar/Kr)
Ket. Foto: khittah.com


