Pemuda Muhammadiyah Minta Pemerintah Responsif terhadap Radikalisme

Ilustrasi gambar
Makassar.KHITTAH-- Beberapa minggu terakhir isu radikalisme baik yang bersifat internasional dan nasional seperti ISIS, maupun isu lokal dengan mencuatnya kembali  spirit gerakan Kahar Mudzakkar, sebagaimana  dilansir sejumlah media lokal.

Menaggapi hal ini, Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Hadisaputra meminta kepada pemerintah untuk tidak sekadar mengedepankan pendekatan legalistik dan militeralistik dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Menurutnya, persoalan ini harus didekati dengan banyak pendekatan, baik secara ekonomi, budaya maupun agama. “Kemiskinan adalah ruang tumbuh suburnya radikalisme, sebab dalam kehidupan dunia ketika orang tidak memiliki harapan, maka disitulah kelompok radikal memanfaatkan kesempatan memberikan tawaran, baik secara ekonomi maupun secara ideologis,” jelas magister ilmu Antropologi Unhas ini.

Dalam pendekatan ekonomi lanjut Hadi, pemerintah juga mesti proaktif menjalankan program pemberdayaan masyarakat maupun program jaminan sosial dalam rangka menjamin kebutuhan dasar masyarakatnya.

Sementara itu pada pendekatan agama, pemerintah katanya harus melibatkan ormas Islam moderat seperti Muhammadiyah dan NU, ini untuk memasifikasi dakwah Islam rahmatan lilalamiin. “Jika pemerintah hanya mengandalkan pada aspek penindakan hukum dan militer saja, maka itu tidak akan menyelesaikan akar masalah,  seperti kata pepatah, patah tumbuh hilang berganti, mati satu tumbuh seribu,” tutupnya. (KR)

Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top