INFO PASANG IKLAN
"Pasang iklan harga terjangkau, Laku barangta beramalki juga". Minat, Hubungi Manajer Iklan Dhadhe 085342448624 atau PIN BB 2931CE74
Popular Posts
-
Hadisaputra, M.Si,dan Nurhikmawaty Hasbiah bersama Ketua PWM Sulsel, Dr Muh Alwi Uddin (foto:ist)
-
Opini Oleh : Nur Faizah Anshar Korupsi, sebuah kata yang tentu tak asing lagi bagi kita. Di semua pemberitaan baik media elektronik maup...
-
Aksi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Rabu, 20 Mei 2015(Foto:fb)
-
Syaharaddin Alrif, S. Sos (Foto : ist) Syaharuddin Alrif akhirnya ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjend) Pimpinan Pusat...
-
Logo Musykom IMM FKIP Unismuh Makassar, Khittah - Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilm...
CB Magazine »
Berita
»
LPJ Tertunda,Peserta Minta Panlih Buat Klarifikasi
LPJ Tertunda,Peserta Minta Panlih Buat Klarifikasi
Posted by CB Magazine on Minggu, 15 Maret 2015 |
Berita
![]() |
| Logo Musywil IPM XX |
Kekacauan terjadi ketika peserta meminta penjelasan kepada panlihwil untuk mengklarifikasi calon kandidat dari Kabupaten Pinrang tidak diloloskan sebagai calon formatur tetap. Hal tersebut cukup membuat ketegangan di dalam forum sehingga mengundang aparat keamanan serta para senior sempat hadir untuk mengamankan.
“Kami hanya meminta untuk mengklarifikasi mengapa calon kami tidak diloloskan dalam formatur tetap?? Harusnya panitia ini bisa memberikan informasi lebih cepat jika ada perubahan atau penambahan syarat. Kami ini di pinrang, untuk ke Makassar mengurus Blanko itu sangat mepet. Pokoknya kami tidak akan menerima LPJ dari kawan-kawan PW IPM Sulsel jika ketua Panlihwil tidak hadir di forum ini untuk Mengklarifikasi!!!” tegas Yusuf PD IPM pinrang.
Namun, tdak lama setelah itu ketua Panlihwil memberikan penjelasannya terkait dengan seruan PWM kepada Balon Formatur untuk melengkapi Nomor Baku Muhammadiyah sebagai salah satu syarat utama untuk diloloskan sebagai Calon Formatur tetap. “kalau ingin di Klarifikasi silahkan klarifikasi kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah. Sebab Ayanda PWM tidak mau menerima jika calon formatur tidak memiliki Nomor Baku Muhammadiyah (NBM). Lagian saya sudah memngirim Via SMS kepada seluruh Balon Formatur untuk bisa melengkapi segera.” Terang Muzakkir Buchairah saat memberikan keterangan kepada peserta sidang.
Tidak hanya itu, Muzakkir Buchairah juga menambahkan bahwa belanko NBM telah mengirimkan kepada balon Formatur yang berdomisili di daerah agar lebih memudahkan. “ tinggal teman-teman mengisi Blanki tersebut dan mengirim ulang, terkait dengan persoalan print dan sebagainya itu urusan kami. Namun ternyata Balon dari Pinrang ini tidak di mengumpulkan ulang. Sehingga saudara atas nama saudara Ibnu Taimiyyah tidak diloloskan,” tambah Muzakkir.
“teman-teman perlu tahu bahwa balon formatur berjumlah 23. Selanjutnya pada seleksi kedua menjadi 19 karena berkas yang dikumpulkan tidak lengkap dan ada yang tidak dikumpulkan. Selanjutnya dari 19 itu berkurang lagi menjadi 16 dan iniliah yang telah ditetapkan sebagai calon Formatur tetap oleh tim Panlihwil dengan kelengkapan berkas yang memiliki NBM”, tegas Muzakkir secara jelas.
Selain itu, peserta juga mempertanyakan syarat dari kelengkapan balon Formatur terkait syarat mampu menghafal Al-qur’an maksima 1 jus dan mampu menghafal 10 Hadist. Namun hal tersebut tidak dilampirkan terkait hasil keputusan dari Konferensi Pimpinan Daerah (Konpida) t di Kabupaten Jeneponto tidak cukup kuat untuk memberikan bukti tersebut. Sehingga syarat menghafal satu jus dan menghafal hadist ditiadakan. (Rahmawati Idrus/RpB)


Tidak ada komentar: