Kembangkan Sarana Dakwah, IPM Sulsel Helat Perkampungan Jurnalistik


Forum Pelatihan Jurnalistik IPM
Makassar- Pimpinan wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Sulsel  menghelat Perkampungan Jurnalistik (Journalistic Camp) Pelajar se Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini dibuka resmi oleh wakil ketua Pimpinan wilayah Muhammadiyah Sulsel, Dr. H. Mustari Bosra, MA di Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulsel dan akan berlangsung selama 3 hari ke depan, terhitung  Jumat ini hingga ahad mendatang (26-28/9/2014).

Mengangkat  tema "Spirit keilmuan untuk pelajar berkemajuan" kegiatan ini diikuti sekitar 50-an peserta dengan 2 orang tiap kabupaten.

Ketua panitia, Wawan Maraba mengatakan bahwa kegiatan dirancang dalam rangka mendorong kader untuk dapat terjun  ke dalam dunia jurnalistik, tidak melulu semua terjun dalam dunia poltik.

"Media juga merupakan salah satu sarana dakwah yang sangat strategis" tambahnya.

Sementara sekretaris bidang pengkajian ilmu pengetahuan (PIP) IPM Sulsel Nurul Fitranunnisa melanjutkan bahwa kegiatan pelatihan ini modelnya bervariasi karena bukan hanya materi di pelatihan saja tetapi sekaligus akan melakukan kunjungan ke media. Tercatat Media partner yang akan dikunjungi adalah fajar, tribun timur, berita kota, dan upeks.

Sementara itu PWM oleh DR. H. Mustari Bosra, MA dalam sambutannya mengatakan selamat dan sangat mengapresiasi atas terselanggaranya pelatihan jurnalistik IPM.

"Wahyu pertama diturunkan kepada nabi adalah ilmu membaca, sangat erat kaitannya dengan jurnalistik, semboyan IPM 'Nunwalqalami wama yasurun' juga sangat erat dengan jurnalistik" katanya.

Dia melanjutkan bahwa Menyampaikan informasi kepada khalayak itu juga adalah tugas Rasul, sebagaimana sifat nabi yang salah satunya adalah tabligh, tabligh adalah menyampaiakan, menginformasikan.

"Jadi memberikan informasi yang benar, yang baik sama halnya melaksanakan sunnah rasul, dalam pesan lain juga diperintahkan sampaiakanlah walau satu ayat" jelasnya.

Mustari juga mengatakan bahwa  Muhammadiyah sendiri ada karena pengaruh jurnalistik. Seorang jurnalis bernama Jamaluddin Al Afghani, Muhammadiyah Abduh, Rasyid Rida yang membuat majalah al-'Urwat al-Wuthqa, yang kemudian mendunia dengan jumlah terbatas akhirnya sampai ke KH ahmad Dahlan, sehingga dari situlah inspirasi pembaharuan lahir sekaligus  sebagai cikal bakal lahirnya Muhammadiyah.

KH Ahmad Dahlan juga ditahun 1918 telah mendirikan suara muhammadiyah, satu-satunya majalah yang tetap eksis terbit sampai sekarang.

Olehnya dunia jurnalistik menurut doktor ilmu sejarah tersebut harus menjadi perhatian kembali oleh Muhammadiyah, majalah khittah adalah salah satu ikhtiar PWM untuk memulai kembali menata gerakan medianya. (Kasri)

Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top