INFO PASANG IKLAN
"Pasang iklan harga terjangkau, Laku barangta beramalki juga". Minat, Hubungi Manajer Iklan Dhadhe 085342448624 atau PIN BB 2931CE74
Popular Posts
-
Hadisaputra, M.Si,dan Nurhikmawaty Hasbiah bersama Ketua PWM Sulsel, Dr Muh Alwi Uddin (foto:ist)
-
Opini Oleh : Nur Faizah Anshar Korupsi, sebuah kata yang tentu tak asing lagi bagi kita. Di semua pemberitaan baik media elektronik maup...
-
Aksi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Rabu, 20 Mei 2015(Foto:fb)
-
Syaharaddin Alrif, S. Sos (Foto : ist) Syaharuddin Alrif akhirnya ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjend) Pimpinan Pusat...
-
Logo Musykom IMM FKIP Unismuh Makassar, Khittah - Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilm...
CB Magazine »
Berita
»
Kembangkan Sarana Dakwah, IPM Sulsel Helat Perkampungan Jurnalistik
Kembangkan Sarana Dakwah, IPM Sulsel Helat Perkampungan Jurnalistik
Posted by CB Magazine on Jumat, 26 September 2014 |
Berita
![]() |
| Forum Pelatihan Jurnalistik IPM |
Kegiatan ini dibuka resmi oleh wakil ketua Pimpinan wilayah
Muhammadiyah Sulsel, Dr. H. Mustari Bosra, MA di Pusat Dakwah Muhammadiyah
Sulsel dan akan berlangsung selama 3 hari ke depan, terhitung Jumat ini hingga ahad mendatang
(26-28/9/2014).
Mengangkat tema
"Spirit keilmuan untuk pelajar berkemajuan" kegiatan ini diikuti sekitar 50-an
peserta dengan 2 orang tiap kabupaten.
Ketua panitia, Wawan Maraba mengatakan bahwa kegiatan
dirancang dalam rangka mendorong kader untuk dapat terjun ke dalam dunia jurnalistik, tidak melulu
semua terjun dalam dunia poltik.
"Media juga merupakan salah satu sarana dakwah
yang sangat strategis" tambahnya.
Sementara sekretaris bidang pengkajian ilmu
pengetahuan (PIP) IPM Sulsel Nurul Fitranunnisa melanjutkan bahwa kegiatan
pelatihan ini modelnya bervariasi karena bukan hanya materi di pelatihan saja
tetapi sekaligus akan melakukan kunjungan ke media. Tercatat Media partner yang
akan dikunjungi adalah fajar, tribun timur, berita kota, dan upeks.
Sementara itu PWM oleh DR. H. Mustari Bosra, MA dalam
sambutannya mengatakan selamat dan sangat mengapresiasi atas terselanggaranya
pelatihan jurnalistik IPM.
"Wahyu pertama diturunkan kepada nabi adalah ilmu
membaca, sangat erat kaitannya dengan jurnalistik, semboyan IPM 'Nunwalqalami
wama yasurun' juga sangat erat dengan jurnalistik" katanya.
Dia melanjutkan bahwa Menyampaikan informasi kepada
khalayak itu juga adalah tugas Rasul, sebagaimana sifat nabi yang salah satunya
adalah tabligh, tabligh adalah menyampaiakan, menginformasikan.
"Jadi memberikan informasi yang benar, yang baik
sama halnya melaksanakan sunnah rasul, dalam pesan lain juga diperintahkan
sampaiakanlah walau satu ayat" jelasnya.
Mustari juga mengatakan bahwa Muhammadiyah sendiri ada karena pengaruh
jurnalistik. Seorang jurnalis bernama Jamaluddin Al Afghani, Muhammadiyah
Abduh, Rasyid Rida yang membuat majalah al-'Urwat al-Wuthqa, yang kemudian mendunia dengan
jumlah terbatas akhirnya sampai ke KH ahmad Dahlan, sehingga dari situlah
inspirasi pembaharuan lahir sekaligus
sebagai cikal bakal lahirnya Muhammadiyah.
KH Ahmad Dahlan juga ditahun 1918 telah mendirikan
suara muhammadiyah, satu-satunya majalah yang tetap eksis terbit sampai sekarang.
Olehnya dunia jurnalistik menurut doktor ilmu sejarah
tersebut harus menjadi perhatian kembali oleh Muhammadiyah, majalah khittah
adalah salah satu ikhtiar PWM untuk memulai kembali menata gerakan medianya.
(Kasri)


Tidak ada komentar: