IMM FK UNISMUH IKUTI PELATIHAN ADVOKASI ROKOK


Jakarta- Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Kedokteran (IMM FK) Universitras Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mengirimkan  4 orang delegasi dalam kegiatan  beasiswa Pelatihan Advokasi Kesehatan dan Rancangan Undang-Undang (RUU) Tembakau Lembaga Hukum dan HAM Dewan Pimpinan Pusat (DPP)  IMM, di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) Jakarta tanggal 27-29 Agustus 2014 kemarin. Kegiatan ini  diikuti oleh fakultas kedokteran, farmasi dan hukum dari seluruh perguruan tinggi muhammadiyah se Indonesia dengan mengangkat tema “Membangun Kekuatan Masyarakat dalam Advokasi Kesehatan.”.

Menurut ketua umum IMM FK Unismuh Muhammad Ilham, sekarang masyarakat Indonesia dihadapkan dengan masalah besar yaitu tingginya konsumen rokok di Indonesia, tentunya ini adalah hal yang perlu dikwatirkan bersama. “hingga tahun 2013 saja tercatat orang yang mengkonsumsi rokok di Indonesia mencapai 302 miliar batang pertahun”. tuturnya.
“Konsumen rokok di indonesia mencapai 46,6 persen menempatkan Indonesia sebagai negara perokok terbesar di Asia Tenggara, sehingga melalui forum ini kita berharap dapat bersama mengambil peran dalam membantu pemerintah untuk bagaimana caranya dapat mengurangi jumlah konsumen rokok” tambahnya.
Sementara itu, salah satu kader IMM FK Muh Rifqi Ismulail yang juga akan menjadi salah satu kontingen dalam kegiatan nanti mengatakan bahwa sudah saatnya kita mampu memproduksi ide dan gagasan bagaimana dampak terburuk asap rokok bagi generasi muda khususnya anak anak. “kita hilangkan melalui bentuk persuasif dan penyadaran yang berkesinambungan melalui kegiatan yang positif dan saya kira kegiatan ini adalah awal untuk bersama melakukan itu” ungkapnya.
Selain  itu tambah mahasiswa asal Bulukumba ini, “agenda pembangunan di Indonesia tidak dapat diraih baik jika masyarakat tidak mementingkan kesehatan dan tidak menyadari bahwa kesehatan yang baik mendorong produktivitas masyarakat dalam bekerja, ini menjadi sebuah permasalahan untuk kita carikan solusi bersama”.

Sebagaimana informasi yang diterima redaksi Khittah, sepanjang kegiatan ini hadir narasumber-narasumber handal dibidangnya seperti Dr. Mohammad Kartona, ketua IDI 1985-1988, Tubagus dari solidaritas advokat publik untuk pengendalian tembakau Indonesia (SAPTA), dan Nanda Fauziah perwakilan Yayasan jantung Indonesia serta mantan artis "JIN dan JUN" Fuad Baraja yang mewakili Komnas Penegndalian tembakau Indonesia. Sebagai penutup kegiatan ini diakhiri dengan silaturrahim di kantor komisi perlindungan anak Indonesia serta pimpinan DPR/MPR di senayan. (Rifki/Kasri).


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top